Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

INDEPENDENSI PERS

Gambar
Oleh Helfizon Assyafei Saya suka anak muda. Pertanyaannya tanpa basa-basi. “Bagaimana independensi pers jika pemilik media nya justru jadi timses petahana?” ujar peserta pelatihan jurnalistik FT UNRI.   “Siapa misalnya?” ujar saya balik bertanya. “Hampir semua media televisi maupun cetak pak,” ujarnya. “O ya dik jangan panggil pak, babang aja,” ujar saya sok milenial. Contohnya di masa Pilkada DKI lalu semua tv menayangkan hasil lembag survey yang ditayangkan memenangkan petahana. Berita-berita bombastis tentang prestasi petahana. Ternyata kenyataannya tidak demikian. “Intinya survey itu survey pesanan termasuk pemberitaan,” ujarnya. Saya terdiam. Bagi saya pertanyaan itu setajam pisau. Memojokkan saya di sudut ring dan diberondong pukulan macam Mc Gregor. Saya menjawab. “Idealnya produk jurnalistik itu independen, kredibel dan terpercaya. Tapi jika produk itu sudah dibajak untuk suatu kepentingan tertentu dengan atau tanpa kompensasi maka itu jelas tidak benar,” ujar...