Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

SEGENGGAM BERLIAN

Gambar
By Helfizon Assyafei Jumlah rumah tahanan (Rutan) di seluruh Riau kurang lebih ada 13 bangunan. Semuanya mengalami overcapacity  penghuni alias melebihi kapasitas hingga 150 persen. Bahkan ada yang menerapkan shif-shif-an untuk dapat tidur malam hari di dalam sel karena saking penuhnya penghuni sel. Sebagian terpaksa tidur di luar sel (masih dalam lingkungan Lapas berpagar) dengan beratapkan langit. Kalau hujan basahlah kalau dingin menggigil lah. Agar bisa tidur dalam sel terpaksa diatur shif. Dari 3.000 kapasitas daya tampung Lapas di Riau saat ini penghuninya sudah mencapai 11.000 orang! Di Indonesia ternyata Riau lah Rutannya mengalami overload  tertinggi di seluruh Indonesia. Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum Ham Riau Lilik Sujandi mengatakan hal itu saat berkunjung ke dapur redaksi kami belum lama ini. Hmm..seram juga membayangkan kejahatan berkembang begitu cepat di Riau..di sekitar kita. Mungkin tanpa kita sadari.. *** Kejahat...

Life Comparison

Gambar
Amin Ambo and Chester Bennington Sory…, judulnya sok keren..wkk..wkk..Cuma mau coba adaptasi sama generasi now. Sederhananya: si judul akan bercerita soal perbandingan hidup. Maksudnya? Begini. Vokalis grup Linkin Park, Chester Bennington meninggal dunia pada Juli lalu di Los Angeles. Ia ditemukan gantung diri di kediamannya. Belakangan diketahui ia buat surat wasiat. Intinya ia memang sengaja bunuh diri. Pertanyaannya mengapa? Kalau kaya ya udah kaya. Terkenal ya udah terkenal. Belum lama ini, Linkin Park telah merilis album baru berjudul 'One More Light'. Lagu ini sempat sukses bertengger di puncak Billboard 200 pada awal tahun 2017. Secara sosial kehidupan sang bintang itu sukses. pelantun hits 'Crawling' tersebut dikaruniai enam orang anak dari tiga pasangan berbeda. Sang bintang bunuh diri di puncak ketenaran tanpa masalah berarti, lalu mengapa? Boleh jadi Chester mengalami gangguan bipolar. Gangguan bipolar  adalah  gangguan mental   yang menyerang...

“Papa” Jadi Bulan-bulanan

Gambar
SN alami kecelakaan saat akan menyerahkan diri ke KPK. Begitu kata berita. Reaksi publik pun beragam. Namun tidak satupun yang terlihat bersimpati. Semua tentang SN berubah jadi guyon.  Breakingnews : tiang listrik yang ditabrak mobil SN kemungkinan jadi tersangka. Kemungkinan berikutnya SN mengalami gegar otak sehingga harus dibawa ke luar negeri, utamanya Amerika Serikat biar bisa ketemu Trump. SN kemungkinan tak bisa diadili. Apalagi kata pengacara kepalanya bengkak sebesar bakpau (berita detik.com). Kemungkinan tidak bisa diadili karena hilang ingatan… Itulah reaksi orang banyak yang selama ini mungkin selalu jadi korban kebohongan. Kata orang bijak selama masih berada di dunia ini, kita akan banyak mengalami tindak kebohongan-kebohongan, mulai dari kebohongan yang bersifat individu, sampai kebohongan di tingkat publik. Kebohongan ini selalu menghiasi kehidupan manusia, bukan karena manusianya, tapi karena kepentingan dan motif di balik kebohongan tersebut. Seperti seo...

Meludahi Langit

Gambar
Meludahi Langit Ananda Sukarlan alumnus Kolese Kanisius (sekolah katolik) dan sejumlah rekannya Walk Out dari ruangan saat Gubernur DKI Anies Baswedan memberi sambutan. Jelasnya tuan rumah walk out dalam sebuah acara resmi saat tamu memberi kata sambutan. Pesannya jelas: sakit hati dan kebencian. Semula ia merasa menang telah mempermalukan sang tamu. Namun belakangan tokoh-tokoh Katolik sendiri mengkritik sikapnya itu dan terang-terangan menyebutnya “ketidakberadaban” alias kurang ajar. Tindakan kurang ajar oleh orang yang non educated people mungkin masih bisa dimaklumi. Namun kalau dilakukan oleh seorang alumni sekolah hebat seperti itu tentu itu kontraproduktif bagi sekolah itu sendiri. Tanggapan kritis dari tokoh Katolik atas sikap Ananda Sukarlan setidaknya memperlihatkan satu hal bahwa bukan itu yang diajarkan di sana. Hanya sang oknum yang mengalami kecelakaan berfikir dengan melakukan tafsir tunggal (menurut seleranya sendiri) atas kemenangan Anies sebagai gube...

Kita dan Hati yang Bolak-balik

Gambar
Rina Nose Betapa tidak mudahnya menghadapi hati sendiri. Ia bisa berubah-ubah dari satu titik ke titik lainnya. Tidak salah hati dalam bahasa Arab hati disebut Qolbun karena gampangnya berbolak-balik. Kadang semangat kadang lesu. Kadang gembira kadang sedih. Kadang senang kadang susah. Ternyata itu biasa. Itulah alamiahnya hati. Maka netizen pun heboh melihat penampilan Presenter kocak Rina Nose tanpa hijab terlihat di salah satu acara di televisi, Kamis (9/11/2017) malam. Rambutnya begitu panjang terlihat dari layar kaca. Mengapa dia begitu? Kok begitu ya? Tak jauh beda dengan Caesar YKS yang semula meninggalkan jogednya demi jalan spiritual yang dipilihnya tapi kemudian kembali lagi ke panggung meninggalkan jalan spiritualnya tadi. Sebenarnya tidak perlu kecewa dengan apa yang dilakoni orang lain. Sebab mereka dan kita juga menghadapi persoalan yang sama.             Itulah masalah hati. Itulah masalah kita juga....

Suatu Hari Yang Tak Lagi Kembali

Gambar
Mengantarkan Jenazah Almarhum Amzar Senior ku di Riau Pos Di balik titik-titik kefanaan hidup ini, ada sisi-sisi kemuliaan keabadian-NYA.             Berita itu selalu mengejutkan meski kita tahu kita dan semuanya fana. Perginya seorang rekan kerja untuk tak kembali lagi mengingatkan diri ini bahwa waktu tak pernah menunggu. Bang Amzar kami memanggilnya di redaksi. Seorang wartawan senior yang saya banyak belajar darinya saat pernah memegang halaman 1 Riau Pos beberapa tahun yang lalu ketika saya masih seorang redaktur. Belajar sabar, telaten dan kreatif menghadapi ribuan teks setiap hari. Tenang hadapi masalah dan tidak cepat marah hadapi persoalan. Kami berdualah kru redaksi yang paling akhir pulang ke rumah setelah koran naik cetak setiap dini hari.             Bertahun-tahun kemudian. Lama tak berinteraksi lagi karena kami beda divisi. Kabar beliau sakit...