Sebuah Pengalaman
Kita tahu sejak dilahirkan kita diajarkan mengejar kebutuhan hidup. Sebagian besar usia dewasa kita dihabiskan untuk bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan yang tiada akhir. Termasuk perlunya mengendalikan orang sekitar kita, orang lain dan diri kita sendiri. Ini semua penyebab tekanan batin. Tanpa sadar kita habiskan waktu kita untuk mengakumulasi dan menjaga materi atau kekayaan luar kita.. tapi lupa memupuk rasa kita. Yaitu rasa sayang, kesabaran dan kedermawanan kita. Belajarlah bersantai, bergembira dan menjadi kreatif. Kreativitas tak muncul saat kita tertekan. Ia muncul saat kita bergembira saat kita bermain.
Emosi negatif menunjukkan sikap disfungsional dalam hidup. Saat kita marah itu tidak menguntungkan siapapun. Saat kita marah sebenarnya kita sedang menyakiti diri kita sendiri.
Setiap orang mengejar kebahagiaan. Kita diajarkan akan bahagia jika punya ini punya itu. Tetapi setelah punya pun yang namanya bosan, frustasi, takut, tidak puas tetap saja menggelayut mengapa?
Jika kita mencari kebahagiaan berdasarkan kepemilikan maka bagi saya kebahagian macam itu seperti bursa saham selalu naik dan turun. Yang kita perlukan adalah kebahagiaan sejati dari dalam diri kita sendiri. Ia lebih kekal. Ada sebuah penelitian menarik di AS. Kebahagiaan sebabanya ada 3 hal. Pertama menang lotere. Ternyata hanya bertahan 2 tahun. setelah itu kembali ke titik semula yakni ketidakbahagiaan. Kebahagiaan pernikahan hanya bertahan 5 tahun. Ketiga kehilangan teman anda akan sedih. Lamanya 2 tahun. Setelah itu kembali seperti sebelumnya. Dari sudut pandang saya kebahagiaan adalah kedamaian, kebaikan dan ketenangan batin. Jadi bukan tergantung materi dari luar diri.
Kebahagiaan adalah menikmati saat ini. Mensyukuri yang saya miliki. Tidak bahagia adalah ketika saya selalu ingin lebih. Lalu saya harus bekerja. Saya ingin sempurna. Lebih berbeda dari saat ini. Selama saya menikmati jati diri saya dan jati diri anda apa adanya itulah bahagia. Menikmati keadaan. Bukan tidak puas dengan apa yang ada. Selalulah berkecukupan hati. Dan Saya bergembira.
Tim Investigasi lintas media foto bersama..
Tim Investigasi lintas media foto bersama..

Hadir pak
BalasHapusHadir pak
BalasHapusHadir pak
BalasHapus