Mengapa Kita Perlu Belajar Investigative Reporting?


Karena..hidup kadang tidak seperti yang terlihat. Ada kejahatan, kecurangan yang didisain demikian rapi sehingga seolah itu bukan kejahatan. Kejahatan/kecurangan memerlukan ruang yang remang-remang agar tidak terlihat. Agar bisa berlangsung terus. Bahkan dengan trik tipuan, kejahatan bisa menghilangkan jejak. Namun investigative reporting seperti cahaya yang disorotkan ke mereka (pelaku kejahatan) sehingga publik tahu apa yang terjadi di balik layar. Publik jadi tahu apakah aparat hukum tidak tahu atau pura-pura tidak tahu dengan kecurangan itu karena sudah menerima bagian. Tujuan investigative reporting sebenarnya adalah mengatakan yang salah itu salah meski mereka menutupi kecurangan mereka dengan kedok (topeng) kebenaran.

Baik itu teorinya. Ini praktiknya..

Sebungkah Emas di Kaki Pelangi

De Guzman adalah geologis Bre-X Minerals, perusahaan asal Kanada yang sahamnya menjadi favorit di bursa saham setelah ia mengklaim telah menemukan emas di Busang, Kalimantan Timur. Harga saham Bre-X Minerals kemudian naik menjadi 238 dolar AS per lembar di Pasar Saham Toronto. Hal ini membuat eksekutif Bre-X kaya mendadak sebelum akhirnya ditemukan bahwa sampel emas tersebut dipalsukan oleh sang geologis, Michael de Guzman. 

Skandal ini kemudian diinvestigasi oleh wartawan lepas Indonesia bernama Bondan Winarno akhir 1996. Ia melanglang buana, pergi ke Calgary dan Toronto di Kanada, Manila di Filipina serta hutan rimba Busang di Kalimantan untuk menelusuri investigasinya yang dituangkan dalam bentuk sebuah buku. Bondan juga menelusuri berbagai dokumen tentang pertambangan mineral dan cara-cara untuk "meracuni" mata bor dengan "emas luar" sedemikian rupa sehingga dibuat kesimpulan ada cebakan emas yang luar biasa besarnya di bawah permukaan hutan Busang. Intinya Bondan menganggap Michael de Guzman, geolog senior Bre-X, "meracuni" sample hasil pemboran mereka dan melakukan kejahatan canggih untuk memperkaya diri mereka. Setelah ketahuan kemudian De Guzman dilaporkan bunuh diri dengan melompat dari helikopter dan jenazahnya ditemukan 3 hari kemudian di kelebatan hutan Kalimantan Timur.

Bondan secara mengejutkan juga memperkirakan bahwa de Guzman masih hidup, tidak mati bunuh diri seperti diberitakan. Bondan melaporkan bahwa mayat yang ditemukan di tengah hutan Busang itu tidak memiliki gigi palsu di rahang atasnya seperti yang dimiliki de Guzman. Bondan mewawancarai dua orang dokter yang melakukan autopsi terhadap jasad tersebut serta seorang dari empat isteri de Guzman. Intinya yang dikabarkan tewas itu bukan De Guzman. 


Pada Juni 1998, buku itu beredar di pasaran. Bondan sepempat diperkarakan ke pengadilan oleh orang yang terlibat kasus itu. Bondan kalah karena menurutnya itu peradilan yang korup.

Tujuh tahun kemudian kebenaran itu akhirnya terungkap. Simak berita berikut ini

Republika
Selasa, 23 Agustus 2005

Michael De Guzman, Geologis Bre-X Diduga Masih Hidup 

SINGAPURA -- Masih ingat peristiwa hilangnya Michael 'Mike' de Guzman, geologis yang bekerja pada Bre-X Minerals di atas wilayah terpencil di Kalimantan Timur? Ternyata si Mike ini, menurut istrinya, masih hidup. Seperti dikutip Singapore Straits Times, Senin (22/8), Genie de Guzman, sang istri, menuturkan suaminya yang dinyatakan hilang delapan tahun lalu sempat meneleponnya. ''Ia bahkan masih mengirimkan saya uang dua kali setelah dinyatakan hilang,'' katanya.

Genie menyatakan suaminya menelepon pada April 1997, enam minggu setelah ia melompat dari helikopter dan kemudian dinyatakan hilang. Saat itu kasus Bre-X, tempatnya bekerja mulai terungkap. Michael, menyuruh Genie untuk mengecek rekeningnya di Citibank. ''Di rekening saya ada uang berjumlah 200 ribu dolar AS,'' kata Genie.

Lihatlah kebenaran tidak pernah mati meski coba dimatikan bahkan oleh pengadilan..

Komentar

  1. Penasaran dengan bukunya, ada dijual ditoko buku pak ?

    BalasHapus
  2. Penasaran dengan bukunya, ada dijual ditoko buku pak ?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tahapan Investigasi (Pengantar)

Gurau Wartawan Malaysia

Kejutan “Big Experience” di Akhir Tahun