Kita dan Hati yang Bolak-balik
Rina Nose
Betapa
tidak mudahnya menghadapi hati sendiri. Ia bisa berubah-ubah dari satu titik ke
titik lainnya. Tidak salah hati dalam bahasa Arab hati disebut Qolbun karena
gampangnya berbolak-balik. Kadang semangat kadang lesu. Kadang gembira kadang
sedih. Kadang senang kadang susah. Ternyata itu biasa. Itulah alamiahnya hati.
Maka netizen pun heboh melihat
penampilan Presenter kocak Rina
Nose tanpa hijab terlihat di salah satu acara di televisi, Kamis (9/11/2017)
malam. Rambutnya begitu panjang terlihat dari layar kaca. Mengapa dia begitu?
Kok begitu ya? Tak jauh beda dengan Caesar YKS yang semula meninggalkan
jogednya demi jalan spiritual yang dipilihnya tapi kemudian kembali lagi ke
panggung meninggalkan jalan spiritualnya tadi. Sebenarnya tidak perlu kecewa
dengan apa yang dilakoni orang lain. Sebab mereka dan kita juga menghadapi
persoalan yang sama.
Itulah
masalah hati. Itulah masalah kita juga. Menurut DRH briliantono M
Soenarwo dan
KH Muhammad Rusli Amin MA di dalam bukunya Sehat Tanpa Obat
dijelaskan hati memang
mudah sekali berubah-ubah, kadang bergantung pada suasana yang dihadapinya
sesaat dia
bersedih sesaat gembira, sekarang marah, beberapa menit kemudian senang,
dan seterusnya.
Ternyata benar ungkapan yang mengatakan berhijrah itu tidak sulit,
yang sulit itu istiqomah (konsisten).
Menjadi konsisten
itulah yang perlu diperjuangkan. Sebab tanpa konsistensi kita tidak bisa
menebak hasil akhir. Sebab hasil akhir itulah yang menentukan nasib kita di
perjalanan hidup berikutnya. Di Islam dikenal dengan husnul khotimah (akhir
yang baik). Dengan potensi hati yang berbolak-balik kita punya peluang untuk
mendapat akhir hidup yang baik tetapi juga bisa terjerumus ke tidak baik. Jadi
dari pada mempermasalahkan orang lain konsisten atau tidak lebih baik fokus
pada diri kita sendiri. Bagaimana menjadi pribadi yang konsisten terhadap
sesuatu yang kita yakini benar itulah “PR” sejati kita. Wassalam***

Komentar
Posting Komentar